#
#

Hafidzah yang Lolos Ilmu Keperawatan UNPAD

Saat dimintai keterangan, Azrania Fatima yang senang disapa Azra tinggal dan besar di kota Bandung. Anak ketiga dari empat bersaudara dari keluarga yang sederhana, menuntut azra pada saat yang bersamaan kedua kakak sedang sekolah dan satu adik membuatnya untuk bisa survive dalam menjalankan aktivitas sekolah serta berusaha membantu tidak menyusahkan orangtua.

Kondisi tersebut tidak membuat orangtua mengesampingkan pendidikan, sehingga mencari berbagai beasiswa adalah solusi untuk menunjang masa depan anak. Alhamdulillah selama sekolah menengah atas diterima di sekolah semi militer SMAN 1 Cisarua, sekolah binaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekolah ini memilih lulusan terbaik yang kurang mampu dari seluruh daerah kota kabupaten se Jawa barat.

Berada di lingkungan yang kompetitif bersama para genius dibidangnya, memacu azra untuk juga berprestasi. Ketika di wawancarai, menghafal Alquran adalah aktivitas menjadi pilihannya. Menurutnya salah satu keutamaan dari membaca dan menghafal Alquran adalah bisa menjadi keluarga Allah, sehingga ketika kita memiliki keinginan, sudah berusaha semaksimal mungkin maka Allah mengabulkan keinginan hambanya. Eksperimen ini di buktikan dengan menjadi Juara 1 hingga berturut-turut di tahun selanjutnya.

Ketika kita mengutamakan urusan akhirat maka dunia itu akan ikut”

sahut azra.

Saat ini Azra diterima pada Prodi Ilmu Keperawatan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung. Ketika ditanya terkait alasannya “saya ingin masuk kedokteran, namun diterima pada pilihan kedua, setelah menjalani hingga sekarang, ternyata Allah memberikan Prodi yang sesuai dengan keinginan saya” lanjutnya “di masa yang akan datang yaitu membangun lembaga layanan kesehatan untuk mengedukasi kesehatan dan layanan lainnya secara gratis” terang Azra.

Pembelajaran luar biasa pada Ilmu keperarawatan yang baru diketahui yaitu tidak hanya merawat pasien saja namun juga kolega dari dokter, apoteker serta petugas medis lainnya. Beberapa hal menarik lainnya adalah bahwa pada ilmu keperawatan dalam proses diagnosis, pengecekan atau pengkajian dilakukan secara holistik “jadi seorang perawat harus tahu bagaimana latarbelakang ekonomi, sosial, budaya, religius, psikologi pasien dalam arti tindakan non -farmakologi”.

Intinya bagaimana kondisi pasien selama masa pengobatan merasakan nyaman ketika diberikan tindakan medis perawatan maupun operasi guna mencapai kesembuhan.

Kesibukan akademik, tidak membuat azra meninggalkan aktivitas bersama Quran, terbukti selama kuliah tetap berkecimpung khususnya pada Rumah Tahfidz Depok Muhajirin sebagai Founder juga Penasihat, dan menjadi peneliti serta pengembangan (LITBANG) Alquran khususnya metode menghafal pada Bandung Quranic School, Desa Wisata Quran.

Pesan Azra, sebagian orang memiliki cara masing-masing dalam menghafal Alquran, agar memiliki semangat ketahuilah cara belajar seperti auditori, kinestetik seperti membayangkan atau visual. “Quran itu mudah, untuk diambil pelajaran serta dihafal” ujar azra.

Cara mendapatkan keberkahan Quran adalah memahami manfaat menjadi penghafal quran. Selain itu mampu mengatur waktu antara belajar dan quran. Alhamdulillah pada program beasiswa Learning Camp selain ada aktivitas belajar namun juga aktivitas spiritual salah satunya menghafal quran, jadi membantu membiasakan managemen waktu.

Azra pun berbagi Tips untuk bisa meraih segala keinginan hingga saat ini “selalu libatkan Allah dalam setiap aktivitas kita, dan salah satunya dengan dekatkan diri pada aktivitas bersama quran. Teruslah membaca quran meski membaca, menghapal, membaca terjemahan, maka Allah akan mengutamakan hambanya”

Selain itu ada banyak penelitian yang menjelaskan bahwa dengan membaca Alquran juga meningkatkan kecerdasan, tutur azra.

Apa kata mereka?

Berikut testimoni dari alumni...