#
#

Lolos menjadi Duta Generasi Berencana (GenRe) dan Duta Influencer Wonosobo

Jebolan salah satu kursus bahasa di kampung inggris pare ini memiliki nama lengkap Nunung Latifah. Lahir dan besar di kabupaten Wonosobo tidak pernah membayangkan sebelumnya untuk mengikuti program pembinaan dan belajar persiapan PTN melalui program Learning Camp MAI.

Pembinaan karakter itu dibentuk ketika mengikuti program. Salah satu aktivitas yang tidak terlupakan adalah kedisiplinan. Meski sudah berjuang dan tetep tidak masuk di kampus negeri. Nunung sapaan akrab melanjutkan study di Universitas Sains Al-quran pada jurusan Hukum Ekonomi Syariah.

Berawal dari coba-coba untuk mengikuti ajang pemilihan Duta GenRe Kabupaten Wonosobo. Nunung memaksimalkan usaha ketika diberi kesempatan untuk lolos setiap seleksinya, mulai dari seleksi online, wawancara, orasi dan penyampaian visi misi. Ketika pengumuman, alhamdulillah juara ke dua dapat diraih dan sekaligus menjadi duta influencer.

Selain rasa syukur, rasa tanggung jawab yang besar yang besar selama mengemban amanah ini ditunjukan dengan berbagai aktivitas edukasi, yang dilakukan secara online webinar, maupun offline. Tiga hal pokok yang menjadi materi edukasi adalah pertama adalah seks bebas, diikuti memiliki perencanaan terhadap masa depan serta menjauhkan diri dari NAPSA (narkotika, prikotropika dan bahan adiktif).

Menjadi tantangan tersendiri bagi Nunung ketika mengedukasi remaja khususnya di kabupaten,

pemahaman akan informasi membuat rencana masa depan belum menjadi hal yang penting bagi remaja secara keseluruhan”

terang nunung.

Pointnya jangan sampai remaja terjerumus pada berbagai kenakalan remaja namun mampu merencanakan masa depannya dengan baik. Adapun target usia yaitu remaja hingga dewasa awal , dengan rentang usia 10 tahun sampai 24 tahun.

Menebar virus mimpi adalah salah satu cara sosialisasinya, untuk memiliki masa depan yang baik, anak dipacu untuk punya mimpi, dan mulai membuat langkah konkret apa aja langkah tepat menggapainya serta menghindari kemungkinan gangguan. Sebagai generasi muda kita harus benar-benar memikirkan masa depan. Generasi yang hebat itu lahir dari generasi yang hebat.

Kontribusi lain selain edukasi terkait generasi berencana, Nunung juga aktif dalam belajar bareng di pelosok desa wonosobo. Melalui komunitas Anak Literasi untuk Negeri Jawa tengah bersama teman-temannya memberikan akses ketersediaan buku-buku agar tidak hanya bermain sosial media di handphone seluler.

Nunung menyatakan pola asuh orangtua memiliki pengaruh yang besar dalam literasi. Ia mencontohkan “sejak kecil ketika anak menangis, orangtua saat ini memberikan handphone untuk membuat anak berhenti menangis, dan ini sangat tidak baik” terang nunung. Permasalahan ini tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat perkotaan namun juga di desa.

Menurutnya mengapa ia aktif dalam berkontribusi di lingkungan masyarakat adalah bahwa apabila kita memiliki ilmu, fungsi terbesar ilmu itu apa, apakah kita mau berbagi kebermanfaatan. “Bukan seberapa prestasi yang didapat namun seberapa ilmu itu bermanfaat di lingkungan” sahut nunung.

“Program learning camp solusi untuk siap menghadapi SBMPTN” tambahnya yang berasal dari ekonomi kurang mampu. Ketika ditanya apa yang paling tidak bisa dilupakan, nunung menjawab “ semua yang ada di program tidak bisa dilupakan, mulai dari campus visit, hafalan dan filosofi kehidupan”.

Cara pandang tentang selalu memberikan yang terbaik dalam setiap aktivitas merupakan kunci untuk bisa bertahan hingga menjadi duta influencer saat ini”, tutupnya.

Apa kata mereka?

Berikut testimoni dari alumni...