#
#

Mahasiswa Kedokteran yang Sukses Ternak Lele

Gabriel kecil memiliki cita-cita menjadi seorang ustadz, tetapi Ibu menginginkan putranya untuk menempuh studi di perguruan tinggi. Gabriel kemudian menginginkan dirinya menjadi dokter karena melihat kondisi ayah yang sedang sakit jantung dan terlambat diberikan pengobatan sehingga tidak terselamatkan. Gabriel berharap hal tersebut tidak lagi dialami oleh orang lain sehingga ia memutuskan untuk menjadi seorang dokter.

Gabriel berjuang untuk mandiri dan tidak membebani Ibu yang saat itu menjadi single parent meskipun dalam hatinya ia ingin sekali mengikuti les di luar jam sekolah. Berawal dari ketidak sengajaan melihat informasi Learning Camp, Gabriel memberanikan diri untuk mendaftar dan mengikuti serangkaian seleksi untuk bergabung dalam program tersebut. Saat Learning Camp perolehan passing grade Gabriel lebih rendah dibandingkan teman-teman lainnya. Hal tersebut menjadikan ia merenung setiap malam apakah memang dirinya layak untuk menjadi mahasiswa kedokteran.

Learning Camp mengajarkan Gabriel untuk survive dalam hidup, Istiqamah dalam kebaikan dan menjaga hal-hal yang Allah titipkan ke kita termasuk kesehatan. Melalui kebiasaan baik yang dilakukan sejak Learning Camp, Gabriel bisa survive menyiapkan diri untuk mengambil jurusan kedokteran. Hingga akhirnya kini ia diterima dan menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Jambi.

Sempat bingung untuk mengambil keputusan apakah akan melanjutkan studi atau tidak mengingat lokasi yang jauh dari rumah dan UKT yang cukup besar. Gabriel berusaha untuk mengajukan banding keringanan UKT sampai ke Wakil Dekan bagian Keuangan. Ia sempat memutuskan untuk ikhlas melepaskan mimpinya menjadi dokter lantaran besaran UKT yang dirasa tidak sanggup untuk dibayarkan setiap semesternya. Saat perjalanan pulang, ia mendapat pesan dari pihak kampus bahwa UKTnya mendapat keringanan sehingga ia berhasil mewujudkan mimpinya untuk menempuh studi pendidikan dokter.

Gabriel sempat aktif di himpunan mahasiswa kedokteran dan organisasi keislaman. Kini ia membangun sebuah komunitas bernama Gone yang bergerak bidang agama. Gone memiliki makna pergi meninggalkan kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik (hijrah). Selain itu Gabriel juga membuang gengsi dan memutuskan untuk berjualan demi memenuhi kehidupan selama jadi mahasiswa. Hingga saat ini Gabriel mempunyai 2 kolam ikan lele dan beberapa pekerja. Ide wirausaha ternak lele tersebut ia dapatkan dari wabah yang merambah di China, Gabriel berpikir harus mulai berusaha untuk membantu ketahanan pangan di Indonesia. Ia sempatkan beberapa waktu untuk belajar autodidak hingga akhirnya berhasil memiliki 2 kolam ikan lele.

Selain karena alasan kondisi keuangan, alasan lain yang kemudian menjadikan ia berani berwirausaha adalah ritme hidup mahasiswa kedokteran yang statis, ia merasa bosan jika hanya belajar saja, dan didorong oleh keinginan untuk menjadi dokter yang berbeda dari yang lain, Gabriel bertekad untuk selalu mengembangkan usaha ternak lelenya.

Jangan lupa ke Allah yang sudah memberikan segalanya. Terus perjuangkan apa yang kita inginkan, tunjukkan ke Allah kalau kita mau sesuatu dengan kegigihan kita. Teruslah jadi pribadi yang haus ilmu, jangan pernah patah semangat karena kendala apapun, kelak Allah akan menunjukkan jalan terbaiknya”

Gabriel Abdullah Arifudin.

Apa kata mereka?

Berikut testimoni dari alumni...